Sejarah Beridirinya Kecamatan Pulosari

Visi:

  1. Terwujudnya Kecamatan Pulosari Yang mandiri dalam bidang Pertanian dan Wisata Alam Yang dilandasi Iman dan Taqwa.

Misi:

  1. Meningkatkan Kemampuan aparatur pemerintah Kecamatan dan Desa.
  2. Meningkatkan Partisipatif Agro Bisnis bidang Pertanian dan Wisata.
  3. Pemanfaatan Sumber Daya Alam secara oftimal.

Kecamatan Pulosari berasal dari kata, yakni Pulo tanah anu dikurilingan ku laut atau daratan di tengah laut (terj. Tanah yang dikelilingi oleh laut atau daratan di tengah laut), sedangkan Sari atau Sri dalam kosmologi sunda seringkali diidentikan dengan keindahan atau dimensi feminitas.

Nama Pulosari merujuk pada salah satu gunung yang terkenal dalam sejarah kebudayaan Banten masa lalu. Penamaan Pulosari kemungkinan nama sebuah tanaman yang banyak tumbuh liar di daerah pegunungan, nama tanaman tersebut sering pula disebut Palasan dengan nama Latn Alyxia stellata termasuk dalam keluarga apocynaceae. Ia merupakan tanamanmerambat dengan kulit batang putihyang memiliki wangi tertentu dan rasanya pahit. Tanaman ini tumbuh liar d hutan dan dilading daerah pegunungan. Kulit batangnya mengandung zat-zat antara lain zat samak, kumarin, zat pahit dan alkaloida.

Informasi mengenai pentingnya Gunung Pulosari di masa lalu diceritakanpula bahwa Raja Padjajaran terakhir yang bernama Rangga Mulya atau Prabu Surya Kencana memerintah Padjajaran tidak berkedudukan di Pakuan melainkan di Pulosari, Pandeglang, sehingga disebut pucuk umun (Panembahan Pulosari). Pusat Kerajaan pulosari agak susah ditembus sehingga baru pada masa pemerintahan Maulana Yusuf dapat direbut oleh pasukan Islam.

TUGAS POKOK :

Meningkatkan koordinasi penyelenggaraan pemerintahan, pelayanan publik, dan pemberdayaan masyarakat desa dan atau kelurahan yang  meliputi :

  1. Menyelenggarakan Urusan Pemerintahan umum;
  2. Mengoordinasikan kegiatan pemberdayaan masyarakat;
  3. Mengoordinasikan upaya penyelenggaraan ketentraman dan ketertiban umum;
  4. Mengoordinasikan penerapan dan penegakan Perda dan Peraturan Bupati;
  5. Menyelenggarakan pembangunan dan pemeliharaan sarana dan prasarana pelayanan umum;
  6. Mengoordinasikan penyelenggaraan kegiatan pemerintahan yang dilakukan oleh Perangkat Daerah ditingkat kecamatan;
  7. Membina dan mengawasi penyelenggaraan kegiatan desa atau sebutan lain dan/atau kelurahan;
  8. Melaksanakan sebagian tugas Bupati yang dilimpahkan kepada Camat;
  9. Melaksanakan Urusan Pemerintahan yang menjadi kewenangan Kabupaten yang tidak dilaksanakan oleh unit kerja Pemerintahan Daerah Kabupaten yang ada di kecamatan; dan
  10. Melaksanakan tugas lain yang diperintahkan oleh peraturan perundang-undangan.

FUNGSI :

  1. penyusunan program dan kegiatan Kecamatan;
  2. pengoordinasian penyelenggaraan pemerintahan di wilayah kecamatan;
  3. penyelenggaraan kegiatan pembinaan ideologi negara dan kesatuan bangsa;
  4. pengoordinasian kegiatan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat;
  5. pelaksanaan pembinaan penyelenggaraan terhadap kegiatan di bidang ketentraman, ketertiban dan kebersihan;
  6. pelaksaaan pembinaan penyelenggaraan bidang pendapatan asli daerah;
  7. pelaksanaan pembinaan penyelenggaraan bidang kesejahteraan sosial;
  8. pelaksanaan penatausahaan Kecamatan;
  9. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan tugas dan fungsinya.

Email facebook instagram twitter

 

Visit To Official Website Kecamatan
Luas Wilayah : 31,33 Ha
Letak Geografis : Kawasan Lereng dan daratan
Batas Wilayah
- Barat : Kecamatan Jiput
- Timur : Kecamatan Mandalawangi / Kecamatan Saketi
- Utara : Kecamatan Mandalawangi
- Selatan : Kecamatan Menes / Kecamatan Cisata
Pemerintahan
- Jumlah Desa/Kelurahan : 9
- Jumlah RW : 60
- Jumlah RT : 156
- Jumlah KK : 8125

Lokasi Kecamatan